Agen Joker123 Online - Nikmatnya Selangkangan Ibu Tiri dan Adik Tiri - Saat ini hidupku sungguh bahagia dengan hadirnya Mama dan adik tiri aku
yang masih kelas 1 SMP yang memberi kepuasan sex hampir setiap malam.
karena baik Ayah dan Ibu tiriku sangat puas melihat aku dan adik tiri
bisa rukun tidur dalam satu kamar. Setiap pagi mereka melihat aku dengan
senang hati mengantarkannya untuk sekolah, sebelum aku sendiri sekolah
ke SMA tempat aku saat ini berada.
Tapi memang mereka berdua tidak mengira bahwa kami berdua setiap malam
selalu menikmati sex yang luar biasa sampai adik tiriku yang masih duduk
di kelas 1 SMP sudah bisa merasakan orgasme, itu karena kepandaianku
untuk mengajaknya menikmati sex yang benar-benar luar biasa, aku lihat
dia benar-benar sangat sayang sama aku dan takut kalau teman cewek di
sekolah ada yang mendekati.
Nonton film semi xx1 disini
Agen Tembak Ikan - Sering dia tanya masalah itu, kalau aku pikir-pikir adik tiri aku
terlalu cemburu karena bagi aku dia itu sangat cantik dan badannya
sangat aduhai, banyak sih temen aku yang tanya tapi aku bilang dia sudah
punya pacar.
Pagi itu Ibu tiriku baru pergi ke pasar dan Ayah
pasti pulangnya pasti hari sabtu dan berangkat luar kota lagi di hari
senin. ketika aku baru bersiul-siul di kamar mandi sambil membersihkan
diri. dari luar mengedor pintu ‘mas….mas buka pintunya aku mau mandi,
sudah siang nanti aku terlambat ke sekolah’ aku buka pintu dan
membiarkannya untuk masuk dan dia segera melepas semua baju, BH dan
celana dalamnya, melihat bentuk tubuh adik tiri yang tinggi dan aduhai
itu senjata aku tanpa sadar bangun dan dengan sengaja aku sentuhkan ke
pantat adik tiri, dia langsung berbalik dan mencium aku dan langsung
jadi kami saling melumat dan meremas dan dengan nafsu yang semakin
meningkat aku dudukkan dia di pinggir tempat air.
Sambil melumat
bibirnya yang sexy aku masukkan adik kecilku yang sudah semakin menegang
dan langsung nyoooooooos hangat yang aku rasa dan aku mulai mengerakkan
pinggul maju mundur untuk menikmati memek adik tiri yang masih ranum.
dia merangkulkan kedua tangannya di leherku sambil menikmati hentakkan
senjataku sambil sesekali merintih ough……..ough…….sambil mencium
beberapa bagian sensitif di sekitar leher dan telingaku. terasa bibirnya
semakin panas aku rasakan aku masih gesit mengerakkan pinggul maju
mundur dan aku lihat kontolku keluar masuk kedalam memek adik tiri
dengan cepat sesekali aku dengar rintihan adik tiri semakin keras
ahhh..ahh…ough…ough…..!
aku turunkan tubuh adik tiri dari bibir tempat air mandi dan menyuruh dia untuk menungging dan mulai memasukkan lagi senjataku ke dalam memek adik tiri yang mulai panas. ketika aku berbisik pada dia apa sudah hot dia menganggukkan kepala dan aku mulai kencang meremas kedua payudaranya yang masih kecil dari belakang tubuhnya yang menungging dan mulai mempercepat gerakan pinggul maju mundur ough……..ough……ah…..memeknya bergetar hebat dretttttttttt dreeet getar klitoris sangat terasa di kontolku… oh enak banget batinku.
aku turunkan tubuh adik tiri dari bibir tempat air mandi dan menyuruh dia untuk menungging dan mulai memasukkan lagi senjataku ke dalam memek adik tiri yang mulai panas. ketika aku berbisik pada dia apa sudah hot dia menganggukkan kepala dan aku mulai kencang meremas kedua payudaranya yang masih kecil dari belakang tubuhnya yang menungging dan mulai mempercepat gerakan pinggul maju mundur ough……..ough……ah…..memeknya bergetar hebat dretttttttttt dreeet getar klitoris sangat terasa di kontolku… oh enak banget batinku.
Kontolku
seperti mendapat pijatan-pijatan memutar yang nyaman dan aku semakin
tak tahan merasakan sensasinya maka senjata aku cabut dan
croooooot….croooooot….crottttt oh ah…….aku merintih keenakan sambil
masih menyentuhkan penisku di pantat adik tiriku yang masih panas.
Akhirnya
kami saling berangkulan dan mengulum. aku mengeringkan tubuh dan keluar
meninggalkan adik tiriku yang masih dalam kamar mandi, benar-benar
hari-hariku kala itu sangat menyenangkan.
Tapi sayang ketika aku
kelas 3 SMA dan adik tiri aku sudah kelas 2 SMP petaka keluarga kami
datang, Ayah meninggal dunia karena tabrakan dengan Bus mobilnya dan
kami semua sangat terpukul karena peristiwa itu karena selama ini hidup
kami yang menanggung adalah Ayah.
Beberapa hari kami masih bisa hidup dan suatu hari kami berdua di panggil ibu di ruang keluarga untuk ngobrol
‘Begini anak-anak, karena dulu hanya Ayah kamu yang memberi penghidupan pada kita, jadi……….sekarang kita tak punya lagi uang untuk hidup………’ kata Ibu tiri,
kami bertiga diam semua dan mulai berpikir, aku perhatikan adik tiri wajahnya melihat ke arahku seperti bertanya, lalu aku berkata
‘Ibu gimana kalau kita membuat bronies, aku dan adik yang memasarkannya’,
Ibu tiri menimpali ucapanku ‘Memangnya kamu tak malu untuk berjualan’,
aku melihat adik tiri menganggukkan wajahnya tanda setuju dengan ideku dan aku meneruskan ucapanku
‘Ibu kami berdua pasti tak malu dan aku sudah berpikir nanti setiap kami berangkat sekolah akan lebih pagi karena menitipkan dulu roti bronies ke warung-warung kecil yang kita lalui’
‘Begini anak-anak, karena dulu hanya Ayah kamu yang memberi penghidupan pada kita, jadi……….sekarang kita tak punya lagi uang untuk hidup………’ kata Ibu tiri,
kami bertiga diam semua dan mulai berpikir, aku perhatikan adik tiri wajahnya melihat ke arahku seperti bertanya, lalu aku berkata
‘Ibu gimana kalau kita membuat bronies, aku dan adik yang memasarkannya’,
Ibu tiri menimpali ucapanku ‘Memangnya kamu tak malu untuk berjualan’,
aku melihat adik tiri menganggukkan wajahnya tanda setuju dengan ideku dan aku meneruskan ucapanku
‘Ibu kami berdua pasti tak malu dan aku sudah berpikir nanti setiap kami berangkat sekolah akan lebih pagi karena menitipkan dulu roti bronies ke warung-warung kecil yang kita lalui’
Dan begitulah
selanjutnya aku, adik tiri dan Ibu tiri aku kerja keras untuk menyambung
hidup dengan menjual roti bronies di warung kecil yang kami lalui
setiap pagi dan waktu sore, aku dan adik tiri mengambilnya dengan uang
hasil penjualan kami, ternyata hasilnya sangat lumayan dan malah lebih
banyak dari penghasilan Ayah dulu.
Suatu malam aku dan adik tiri
di panggil Ibu tiri untuk di ajak ngobrol lagi. ‘Kamu berdua sudah tahu
bahwa dulu, Ibu hanya di beri uang Ayah setiap hari sabtu untuk
keperluan hidup kita, jadi sekarang yang megang uangnya kamu saja karena
memang Ibu tak pintar untuk pegang uang’.
kami berdua cuma saling
melihat dan akhirnya dengan kode adik tiri aku menyuruh aku mengiyakan
saja dan dari saat itu, aku mulai memegang keuangan keluarga dan sungguh
tak pernah kami bayangkan bahwa penghasilan kami sangat besar dan
setiap hari uang yang kami dapatkan sangat banyak sampai kita bisa
membangun rumah dan beli kendaraan dan masih banyak alat-alat yang kita
beli saat itu.
Adik tiri dan Ibu tiri sangat meyayangi aku karena
kemampuan aku mengelola keuangan yang baik dan suatu hari aku sangat
terkejut dengan apa yang adik tiri bicarakan ketika kita mau tidur
memang kita sudah persis sama seperti suami istri.
‘Kak tadi waktu
aku membantu ibu memasak dan melihat kakak yang kerja di belakang
membuat adonan roti dia bilang sama aku’ cerita adik tiri, ‘Ibu
sebenarnya kesepian dan ingin cari suami, tapi kalau melihat kerja keras
anak tiri ibu seperti itu jadi tak tega dan aku bilang sama Ibu,
seandainya kakak mau melayani Ibu, apakah Ibu mau ?’ ah ngacau kamu kata
Ibu tapi kalau aku lihat Ibu mau dan kelihatan pipinya memerah’ cerita
adik tiriku.
sambil tertawa aku menyahut ‘Kamu yang ngacau…….’,
‘Nggak kok kak aku tahu diri dan sangat bisa menerima kalau seandainya
kamu mau dengan Ibu kan kita bisa bermain bersama’ kata adik tiri sambil
menggoda aku.
tapi di hari berikutnya ternyata aku tak mungkin bisa membayangkan adik tiriku punya rencana untuk memberi peluang ke Ibu tiri dan aku untuk satu kamar karena dia mengajak Ibu tiri mengobrol sampai larut dalam kamar kami.
tapi di hari berikutnya ternyata aku tak mungkin bisa membayangkan adik tiriku punya rencana untuk memberi peluang ke Ibu tiri dan aku untuk satu kamar karena dia mengajak Ibu tiri mengobrol sampai larut dalam kamar kami.
Ketika aku tertidur dan Ibu tiri
tertidur karena lelah bekerja seharian. adik tiriku mengunci pintu kamar
dari luar dan ketika aku terbangun aku kaget karena hanya berduaan
dengan ibu tiri dan aku lihat ibu tiri juga terbangun dan langsung
menuju pintu untuk membuka tapi tak bisa. kami jadi tersenyum karena
tahu rencana adik tiriku, tapi dari senyuman itu aku melihat ke anehan
di wajah Ibu tiriku, sepertinya dia kangen sesuatu dan sedikit menantang
dengan sedikit dorongan nafsu aku berjalan ke arah Ibu tiri dan tanpa
ada komando Ibu tiri langsung menerima rengkuhanku dan kami mulai
melumat bibir……meraba menekan dan berguling-guling di atas kasur dan
tahu-tahu kami sudah telanjang bulat sambil mulut aku melumat klitoris
Ibu tiri yang sudah semakin menonjol keluar.
Ibu tiriku dengan
nafsu yang membara mulai melumat kontol aku ough….ah….. aku merintih
keenakan karena memang Ibu tiri lebih berpengalaman dari pada adik tiri
aku yang masih kecil, malam itu aku benar-benar di service ibu tiri
sampai tersenggal-senggal kontol aku di lumat sampai habis dan kadang
kadang di bengkongkan dengan ditekankan pada dinding pipinya dan di
pantulkan, aku cuma hanya bisa mengerang keenakan ough….ough…….ough..
Ketika
senjata aku mau aku masukkan……. Ibu tiri dengan nafsu yang membara
menidurkan aku di kasur dan mulai mengangkang di atas tubuhku dan
bluuuuuuuuuuuuus……..ouhhhh……penisku masuk menyeruak ke dalam memeknya
yang panas karena nafsu. ia mulai mengoyangkan pinggul menservice
senjata aku dengan goyangan-goyangan erotis aku hanya bisa merintih
keenakan.
goyangan Ibu tiri yang menggetarkan nafsu aku yang
semakin memuncak, semakin liar dan tak beraturan mengosokkan memeknya di
kontolku…. ough……..ough……erang Ibu tiri sambil mengerakkan pinggulnya
ough………ough……..beberapa kali Ibu tiri mengerang nikmat sambil aku
rasakan getaran-getaran hebat memijat di pangkal senjata aku…..ough
Nikmat
sekali batinku dalam hati karena tak tahan lihat sensasi Ibu tiri aku
mulai ingin crot dan segera aku ingin mencabut senjata dari memek Ibu
tiri tapi Ibu tiri mencegahnya sambil mengelengkan kepala dan menyuruh
aku mengeluarkan di dalam karena dia masih memakai KB sambil memberi
tanda padaku. langsung saja dengan senang hati aku mengerakkan pinggul
dan ough……ahhhh……ahhhhhh….aku mengerang keras sambil crooooooot
crooooooot kedalam memek Ibu tiri aku muntahkan semuanya. dan masih
mengerakkan pinggul untuk menikmati sensasi dalam memek Ibu tiri yang
semakin panas ternyata menyenangkan sekali mengeluarkan di dalam memek
ibu tiri, tak seperti adik tiri yang harus aku keluarkan dulu. Malam itu
Ibu tiriku tertidur sambil memeluk tubuhku dan dia kelihatan sangat
puas sambil tersenyum.
Posted by : 289bet.com
