Agen JOKER123 Online - Gairah Ibu Farida, PNS Berjilbab Payudara Montok - Pertama kali aku kenal dengan ibu Farida ketika dinas tempatnya
bekerja mengerjakan beberapa proyek bersama dengan tempatku bekerja. ibu
Farida berusia sekitar 40 tahun, dengan postur tubuh yang sangat luar
biasa (untuk orang seumur itu). tingginya sekitar 165cm, dengan badan
yang sangat montok.
Walaupun ia punya beberapa orang anak, bahkan
ada yang sudah kuliah, tapi masih sangatlah menggairahkan bodinya itu.
buah dada besar montok dan perutnya tidak buncit seperti ibu-ibu lain,
rata malah, dengan pinggul dan pantat yang sangatmontok.
Berkali-kali dalam rapat aku harus memaksakan mataku untuk beralih dari
buah dada yang besar montok, bahkan dalam seragam PNS terlihat sangat
sexy. walaupun ia mengenakan jilbab yang sangat lebar. namun tak mampu
menyembunyikan betapa besarnya payudaranya
Nonton film semi xx1 disini
Agen Tembak Ikan - Bermalam malam aku terasa gelisah, meskipun aku masih bisa sedikit
mengurangi dengan mengintip kamar mandi di rumah kos sebelah, tapi
payudara siska tetanggaku yang besar malah mengingatkanku pada payudara
ibu Farida, melihat vagina siska yang putih bersih membuatku
menghayalkan vagina ibu Farida, ketika melihat dia menggosok
payudaranya, aku menginginkan mengerayangi payudara ibu Farida.
seperti
gila aku mulai membawa obat tidur berbentuk bubuk dalam kantong
celanaku, selalu berpikir kapan ada kesempatan untuk membuat ibu Farida
terlelap. kalau dapat akan ku perkosa tentunya.
hingga pada satu
hari keajaiban itu datang. karena satu berkas yang harus ditandatangani
ibu Farida, aku harus ke rumahnya. aku sama sekali tidak menyangka akan
mendapat peluang semulus itu. aku datang dengan harapan yang membuatku
seperti gila, dan disitu ternyata kesempatan mewujudkannya besar sekali.
akan kuperkosa ibu berjilbab ini dengan sepuasnya.
Waktu aku
datang ibu Farida yang menyambutku, mengenakan baju seragam dengan
jilbab biru tua yang sangat lebar, tapi tetap saja masih tak mampu
menyembunyikan payudaranya. sepertinya ia baru pulang dari kantor, waktu
itu sudah habis magrib.
awalnya kupikir mustahil karena ternyata
rumahnya ramai juga, tiga orang anak gadisnya semua dirumah, ditambah
seorang pembantu. aku sudah putus asa. gak tahu kenapa aku minta ijin ke
kamar mandi, ternyata letaknya didapur. pembantunya sedang sibuk
mempersiapkan sop.
aku masuk kekamar mandi dengan kesal dan
gelisah. usai kencing, aku keluar .. dan ternyata tidak ada seorangpun
didapur, tanpa pikir panjang langsung kumasukkan obat tidur kedalam sop
itu, lalu kuambil kunci pintu belakang dan kembali keruang tamu dengan
sikap tenang. padahal dadaku mau pecah rasanya.
Ibu Farida
menyerahkan dokumen itu dan menawariku untuk makan malam bersama, aku
panik. tapi untunglah saat itu temanku menelpon. beralasan ada janji aku
segera berlalu. selama dua jam aku mutar kota gak jelas arah. akhirnya
kuarahkan motorku ke arah rumah ibu Farida.
aku beruntung karena
beberapa waktu lalu pernah ke daerah itu, sehingga tahu bahwa dibelakang
rumahnya ada kebun kecil yang tertutup dari pandangan rumah lain dan
terhalang tembok sebuah bangunan yang besar. kuparkirkan motorku lalu
menyelinap dari kebun itu menuju pagar belakang rumahnya. sebentar
kupikir semuanya akan gagal karena aku lupa, pasti pagar itu terkunci,
tapi ternyata terbuka, aku bersorak kecil. masuklah aku
mengendap-ngendap.
kubuka pintu belakang perlahan-lahan, aku
terkejut ketika melihat lampu masih terang benderang, dan suara tv
terdengar. tapi setelah kudengar tidak ada suara orang, aku mulai masuk,
sengaja kupakai sarung tangan karet dan penutup muka. dan semua sedang
tidur lelap dikamar masing-masing.mengambil sebuah kaleng, kulempar
kuat-kuat ke lantai, dan bersiap lari. tapi tidak ada yang bangun.
Lalu
teringat kata temanku kalo itu obat yang kuat, orang bisa tertidur
seperti pingsan, terbius sehari penuh. aku tertawa sendiri, tapi untuk
jaga-jaga maka kukunci kamar anak-anak gadis dan kamar pembantu dari
luar. lalu masuk ke kamar ibu Farida, dan lagi lagi aku bersorak,
suaminya tidak ada. berarti benar yang sekilas kudengar pembicaraan anak
gadisnya bahwa papa mereka akan pulang beberapa hari lagi. kudekati ibu
Farida yang terlentang diatas tempat tidur.
payudaranya menonjol
seperti gunung, tak tahan lagi langsung tarik selimut dan menemukan ibu
Farida ternyata tidur hanya mengenakan kain sarung.
kubuka kain
sarungnya dan aku terbelalak melihat betapa mulusnya tubuh itu.
kusiapkan handicam lalu mulai mengerayangi tubuhnya, payudara lebih
besar dari kepalaku, kuremas payudaranya oh lembutnya, tapi juga sangat
kenyal, tak tahan lagi akhirnya mulai kujilat putingnya, kuisap dan ku
remas.aku terkejut ketika bu Farida mengerang dan mendesah kupikir ia
bangun, tapi ternyata seperti menggigau, mungkin dalam mimpinya suaminya
yang menggarap dia.
aku makin bersemangat langsung tanganku
menyusup ke vaginanya, berbulu halus.. dan ternyata sudah basah.ibu
Farida merintih-rintih memanggil suaminya.
” papa. terus pa, enak pa”
” uhhh, papa, mama mau .. ahhh, uuuhh ”
aku
sudah tegang , tak tahan lagi, aku langsung ambil posisi, ku kangkankan
kakinya, vaginanya terbuka lebar, lalu tanpa basa basi kumasukkan
penisku, walupun ukuranku besar, kupikir pasti vagina ibu Farida sudah
agak longgar, kan sudah melahirkan 3 anak. tapi ternyata sempitnya bukan
main.
aku masuk dengan susah payah. dan nyaris mengerang ketika
ibu Farida menjepitku dengan vaginanya, vaginany menjepit dan menghisap
dengan sangat kuat, luar biasa enaknya.aku semakin bersemangat, kupompa
penisku maju mundur. aku terkjut ketika ibu Farida menjerit kuat
” aaaaaaaaaahhhhhh .. aaaaaaaaaaaaaaaaahhhh
aaaaaaaaaaahhhhh .. papa, enak pa, ahhh aaaah”
aku
memompa sambil meremas payudaranya, kuhisap kujilat tiba-tiba ibu
Farida mendorong pantatnya dengan kuat, tak sengaja aku masuk sampai
sepenuhnya, padahal tadi masih sedikit tersisa penisku diluar.vaginanya
menjepit dan menghisap lebih kuat, ibu Farida menggelapar dan
mengangkat-angkat tubuhnya dengan semakin ganas.
teriakan teriakan
bergairahnya semakin kuat.aku merasakan aku akan segera mencapai
puncak. kupompa penisku lebih cepat maju mundur, ibu Farida juga semakin
ganas, lalu tiba-tiba ia mengangkat pantatnya kuat-kuat, kakinya
melingkar kuat dipinggangku, tangannya memelukku dengan erat, sehingga
payudaranya menyembul menggelembung kesisi tubuhku.
akupun memeluk
ibu Farida dengan kuat. kami orgasme bersamaan. ibu Farida menyemburkan
cairannya dengan sangat kuat, bahkan ia sampai tersentak-sentak. lalu
terkulai. berkeringat.tubuhnya yang putih telanjang itu tergeletak lemas
diatas tempat tidur, berkilat oleh keringat.
kucabut penisku yang
basah berlumuran cairan itu kumasukkan ke mulutnya yang
terengah-engah.
Ibu Farida langsung mengisapnya dengan ganas, lalu
terkulai lemas lagi. aku tersenyum puas. tercapai cita-citaku
menyetubuhi ibu cantik ini.
setelah berpakaian aku mendapat ide
gila. ku ambil cairan yang masih menetes dari vagina ibu Farida si PNS
cantik itu, kuusapkan keseluruh wajah dan badannya. lalu ku foto dengan
berbagai posisi, bahkan ketika kuletakkan penisku yang mulai tegang lagi
kemulutnya ia langsung mengisapnya, ku foto. kumasukkan penis ke
vaginanya, ku foto.
kemudian aku keluar kamar. gairahku memang
masih memuncak, tapi sudah lumayan terpuaskan. lalu kulihat jam,
ternyata permainan ganas itu berlansung sekitar satu jam, belumpun jam
sebelas malam. pikiran gila kembali muncul, anak gadisnya yang tertua
kalau aku tidak salah baru menikah, dan suaminya sedang bekerja di
provinsi lain.BERSAMBUNG
Posted by : 289bet.com
